Sejarah Perkembangan Skateboard di Indonesia

Tulisan singkat awal mula skateboard hadir di Indonesia

0

Skateboard mulai dimainkan di indonesia sejak kurang lebih tahun 1978,yang awalnya dimulai dari komunitas bmx,dan breakdance yang saat itu memang lagi populer di kalangan anak muda di kota-kota besar di dunia, selain para breakers dan para pemain bmx tersebut ternyata ada juga sekumpulan kecil grup yang suka terhadap olahraga yang sedang popular di amerika pada saat itu,yaitu Skateboard, yang memang asalnya mereka juga masih dari komunitas bmx dan break dance tadi.

Papan skate yang dipake juga masih berupa papan kecil, dan trik-trik yang dipake juga belum banyak, bahkan bisa dibilang belum ada, karena mereka bermain skate hanya sebatas slalom dan yg lebih ekstrim mungkin cross country / down hill, tahun 1978 itu juga buat menemukan komunitas skate gak begitu susah, tidak seperti mencari jarum di tumpukan jerami, cuma tinggal cari saja komunitas sepatu roda, pasti disana ada komunitas skateboard.

Awal-awal orang yang bermain skate di tahun ini seperti Yoko, Budi bugla, Widya, dan masih banyak lagi. Bandung bisa disebut sebagai kota yg paling terdengar gaungnya dalam sejarah skate jaman dulu, bahkan tahun 1978 itu di Bandung,udah ada sebuah ‘pipe’ yang lokasinya di depan rumah seorang skateboarder jaman dulu.

Tapi kejayaan skateboard di  tahun 1978 cuma bertahan sekitar satu tahunan, soalnya, sekitar tahun 1979-1980an skateboard di Bandung sempet vakum, dikarenakan memang tidak ada kompetisi yang dapat membangkitkan semangat calon – calon skateboarder, dan juga karena skateboard masih dianggap sebagai barang yang mewah, yang untuk mendapatkannya juga gak bisa langsung, mungkin harus nunggu oma atau opa kita dulu balik dari luar negeri, baru bisa punya papan skateboard, Cuma ada beberapa orang saja yang tetap bertahan eksis bermain skateboard, hal itu disebabkan karena mungkin dia sudah menemukan ‘jiwa’nya di sana…

Pada sekitar tahun 1980an bmx dan breakdance semakin berkembang, dan skateboard juga ikut berkembang juga, karena di negara aslinya, bmx, breakdance dan skateboard merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan .

Influence skateboard di  tahun ini masih sangat besar dari USA, gaya-gaya rock n’ roll disana diadopsi juga disini, di era ini juga udah mulai ada yang namanya “papan ikan”, yaitu papan yang cuma ada tailnya saja, sedangkan nose nya masih rata dengan bagian tengah papan itu, di era ini juga udah mulai dikenal yang namanya permainan street,dan gaya – gaya street juga udah mulai dimainkan, jadi gak cuma slalom dan down hill saja, nah di tahun ini juga mulai didirikannya semacam organisasi atau yg lebih tenar dengan nama ‘geng’ skateboard pertama dan paling disegani seantero Bandung, bahkan oleh geng motor sekalipun seperti moonraker, black baron dan lain-lain…nama komunitasnya adalah  STREET SPYDER.

Lokasi awal yang paling sering digunakan untuk bermain skateboard di Bandung saat itu yaitu di daerah ciliwung dan surapati, yang pada waktu itu daerahnya sangat skateable sekali untuk bermain skateboard, di era ini juga karena banyaknya pengaruh dari film – film skate import seperti powell, bones brigade, dan Z – Boys maka perkembangan skateboard di Bandung juga lumayan pesat, buktinya yang dulunya cuma ada obstacle pipe saja, di tahun ini sudah mulai ada launch ramps, banks dan lain-lain, dan juga mulai memanfaatkan lahan umum sebagai tempat maen skateboard, seperti trotoar yang dipakai buat board slide, dan lain – lain.

 

Di tahun ini mulai muncul nama – nama yang sekarang sudah menjadi ikon di dunia skateboard indo seperti Iwan ‘bule’ Aji, Rudi Sagir, Nala ‘ captain bearing’ Rinaldo, Didit Aditya a.k.a dxxxt, Richard Mutter, Robby,dan masih banyak lagi yan lainnya.

Street Spyders pertama diketuai oleh nala, yang disebut captain bearing, karena menurut gosip dia selalu punya bearing banyak dan bagus dibanding yang lainnya dan dia selalu gak mau pake bearing yang putaranya gak bagus, bahkan ketika papan skatenya lama gak dipake pun bearingnya harus tokcer, saat ini dia di sela kesibukannya sebagai pimpinan sebuah stasiun  tv swasta dia juga masih lumayan sering terlihat maen bowl di kemang skate park (R.I.P).

Di era 1980 ini juga merupakan starting point dari perkembangan skateboard jaman sekarang di indo, karena di jaman ini selain obstacle sudah mulai berkembang  seperti sudah adanya huges ramps pertama di indo, bahkan tertinggi karena tingginya sekitar 3,5m, yaitu di daerah lembang, ramps tersebut dulu sempat menjadi yang paling radikal yang pernah ada, bahkan mungkin sampai saat ini, tepatnya kalo tidak salah di halaman rumahnya yoko, dan dulu juga ada sebutan dewa buat yang bisa turun elevator dari ramps itu.dan yang patut di acungi jempol kaki yaitu ramps tersebut kabarnya dibikin dengan cara ‘mengumpulkan’  bahasa lebih halusnya, bahan-bahan material dari milik orang secara paksa, hal itu dilakukan karena mereka tidak punya modal financial yang cukup untuk membuat sebuah ramps.. woooww , what a great idea….:)

Di tahun ini juga trick-trick yang dipakai juga udah  mulai lebih stylish, seperti frontside air, back side air, layback air,dan lain – lain.

Pada sekitar tahun 1984,s udah mulai ada kompetisi pertama yaitu di jalan surapati yang dinamakan surapati street style contest, contest ini bertahan sampai 3 seri, juara-juaranya tahun itu adalah Richard Mutter, Didit , dan Ardi Polii dari Jakarta.

Selain bermain skateboard di seputaran jalan surapati,  mulai tahun 1982 an berkat bantuan dari Bapak Abdurrachman salah seorang pengurus yayasan taman lalu lintas pada saat itu mulailah ada skatepark pertama di Indo, yaitu TLL skate park yang lokasinya di dalam lingkungan taman lalulintas ade irma suryani nasution di jalan belitung, skate park ini sempat menjadi legenda, karena merupakan the best skate park ever in indo, bahkan di tahun 1997 sempat direview oleh majalah THRASHER,salah satu majalah skate terkenal di dunia.

Selain Richard, Didit dan Ardi ada nama-nama lain yang sering juara pada tiap kompetisi seperti Shendy H dan Leman di kelas street, pada saat itu Shendy bisa dibilang merupakan bocah ajaib, karena sudah bisa menjuarai sebuah kompetisi skateboard di umur 14 tahun dan mampu bersaing dengan para skateboarder lain yang umurnya jauh diatas dia.

Selain street spyders di Bandung juga sudah mulai banyak komunitas lain seperti hobbies, gedung sate, tegalegga dan lain – lain. Di gedung sate pada jaman itu di komandani oleh Diki Gentong, Heru dan lain- lain, sedangkan di TLL Skatepark ,masih dipegang oleh Nala dengan street spyders nya,.

Street Spyders dulu selain dikenal sebagai geng skateboard juga dikenal luas sebagai klub paling radikal, karena di Street Spyders tidak cuma skateboard saja yang dimainkan oleh para anggota nya, tapi ada juga bmx, breakdance, dan graffiti selain itu Street Spyders juga disegani seantero Bandung karena tingkat kekerasannya yang bisa disamakan dengan moonraker dan yang lain sebagainya.

Generasi terakhir Street Spyders masih dirasakan oleh angkatannya Arief Maskom dan kawan – kawan.

 

Bubarnya Street Spyders antara lain disebabkan karena sang ketua suku membelot pindah rumah ke Jakarta, sehingga Street Spyders tidak ada yang mengkoordinir lagi dan lama kelamaan hilang gaungnya.

Sekitar tahun 1998 an skateboard di  Jakarta mulai bangkit dengan adanya senayan skatepark di kawasan senayan, tapi itu juga tidak bertahan lama karena berbagai faktor.

Jaman-jaman keemasan skateboard di Bandung mulai redup sekitar tahun 1998 -2001 karena sejak TLL Skatepark ditutup tahun 1998 an otomatis komunitas pindah dan tersebar, dan yang paling banyak yaitu di tera skatepark milik Hobbies skateshop, itupun cuma bertahan samapai tahun 2001, kemudian hobbies membuat sebuah mini ramps di kawasan bekas gedung kosong di jalan Ambon, dan itupun sekali lagi cuma sampe tahun 2002.

Sempat vakum tidak ada skate park, kemudian sekitar tahun 2003,  Charlie Hobbies menemukan tempat baru untuk skatepark di daerah ciwaruga yang sekarang dikenal dengan nama Buqiet Skatepark. Di era ini sebenarnya gaung skateboard di Bandung kurang terdengar karena berbgai faktor, tapi yang paling utama karena masalah sudah tidak adanya fasilitas skate park yang bisa dijadikan selain tempat latihan juga tempat kumpul yang mampu membuat suasana akrab sesama skateboarder seperti di TLL Skatepark dulu lagi, yang  secara tidak langsung dapat membuat sebuah dampak yang positif terhadap prestasi.

Selain bermain skateboard ternyata ada efek lain yang ditimbulkan dari komunitas TLL Skatepark ,yaitu banyaknya bermunculan grup-grup band yang saat ini memiliki nama yang bagus di komunitas musik indo,salah satunya adalah Puppen dan Full Of Hate dan clothing line independent pioneer Indonesia seperti Unkl, Twoclothes, Ouval, NL’S ,Airplane juga lahir di komunitas ini.

Menurut Oom Charlie yang bisa disebut sebagai bapaknya skateboard di Indonesia, saat ini banyak kemajuan di dunia Skateboard indo khususnya Bandung ,contohnya adalah sudah mulai banyaknya orang – orang yang bermain skateboard, tetapi banyaknya juga kekurangannya seperti saat ini rasa kebersamaan antar skateboarder dirasakan sudah mulai kurang, dan budayanya pun sudah mulai tidak ada, semua itu mungkin akibat dari selain soul skateboardnya yang kurang mengena di masing – masing skateboarder, juga mungkin dikarenakan sudah tak ada lagi skatepark yang representative, dan juga skateboarder sekarang terlalu cuek dengan keadaan, dan terlalu prioritas skate for money, not for life!

Sebenarnya permasalahan skateboard di tiap negara menurut saya hampir sama, yaitu kurangnya dukungan dari pihak pemerintah setempat untuk kemajuan olahraga ini, mereka masih mengaanggap skateboarding hanyalah sebuah permainan anak-anak!

Padahal dalam rangking World Cup Skateboarding 2011, Pevi Permana ( Bandung menduduki peringkat 105 dunia, Agung HB ( Jakarta ) di peringkat 85 Dunia, bahkan di Rangking dunia tahun 2005, Reno Pratama menduduki peringkat 27 dunia, Ardi Polii peringkat 40 dunia, dan Tony Sruntul peringkat 53 dunia, sedangkan peringkat 1- 10 masih dipegang oleh Negara-negara dimana skateboarding berkembang dan didukung penuh pemerintah nya seperti Amerika, Amerika Latin dan Eropa

Banyak sekali yang terlupakan dari cerita lama tentang skateboard di Bandung, disini saya akan coba mengingat – ingat kembali yang terlupakan tersebut dengan bantuan the Big Charles…

Generasi TLL : 1. generasi richard,nala dan kawan -kawan

  1. generasi Arief Maskom, Reza Cholay, Aji dan kawan -kawan
  2. generasi Robin Malau, Angga, Arin, dan kawan -kawan
  3. generasi Ronny Yogas dan kawan -kawan
  4. generasi Adymas dan kawan -kawan
  5. generasi Tea House dan kawan -kawan

Pertandingan indoor pertama yang pernah diselenggarakan yaitu di gedung Dezon  , jl Asia Afrika Bandung sekitar tahun 1995 / 1996

 

the super amazing boys ; Shendy dan Adymas

first sponsored : Robby, Arief Maskom, Reza Cholay oleh Hobbies skateshop

Richard Mutter, Didit Aditya oleh Dogtown, Alva dan Z Boys, melalui perantara Hobbies skateshop

 

-by: @febbylorentz –

Leave A Reply

Your email address will not be published.